Tuesday, October 04, 2005

boyongan ....

jadi males nih disini....boyongan ke bach.blogsome.com

Tuesday, August 23, 2005

iseng

Awas, Rabu Jangan Salah Naik Bus!


Mungkin berguna bagi pengguna bus/angkutan umum



Awas, Rabu Jangan Salah Naik Bus!
Laporan : Egidius Patnistik

Jakarta, KCM

Rabu (24/8) lusa, para calon penumpang ke kawasan Blok M-Sudirman-Kota jangan salah naik bus. Soalnya, ada sepuluh trayek bus dialihkan rutenya.

Sebanyak 131 unit bus kota yang trayeknya selama ini bersinggungan dengan Busway Koridor I Blok M-Kota dengan garis persinggungan di antara 50 persen akan dialihkan ke trayek lain. Uji coba peralihan trayek itu mulai dlakukan Rabu (24/8) mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rustam Effendi menyampaikan hal itu di Balai Kota Senin (22/8). Peralihan trayek itu bertujuan meningkatkan fungsi bus feeder atau bus pengumpan untuk bus busway sekaligus dalam rangka pelaksanaan program transportasi massal di Jakarta.

Bus-bus yang beralih trayek itu adalah PPD (Pengangkutan Penumpang Djakarta), Mayasari Bakti, Steady Safe, dan Hiba Utama. Bus PPD yang akan beralih trayek adalah Reguler 10 Blok M-Senen via Hang Lekir, Panglima Polim (12 bus). Bus ini akan beralih trayek menjadi Lebak Bulus-Manggarai via Pondok Indah, Panglima Polim, Senopati, dan Saharjo.

Tuesday, August 16, 2005

upacara lagi????

hari gini masih upacara ??? ck..ck..ck. Besok mau gak mau harus ikutan upacara 17-an di kantor neh. Prasaan, terakhir ngikut upacara pas 17-an hari pertama masuk di perguruan tinggi. Jadi inget upacara-upacara jaman dulu pas sd, smp, apalagi sma. Tapi kalo dulu mah upacara jaman sekolah masih gpp lah, masih nurut. Tapi kalo skrg hmm... kok malesnya minta ampun ya..hehe. Bener gak seh kaya gue ini? Kadang gw pikir gak perlu lah upacara2 segala, yg upacara itu tetep anak sekolah ama yg di istana aja.
Yah...nyiapin baju putih deh...
nyiapin clana gelap deh...
nyiapin dasi deh...
bangun pagi deh....
males deh ....

Friday, August 12, 2005

Introspeksi .....


Posting kali ini aku ambil lagi dari suaramerdeka rubrik resonansi. Isi dari artikel ini intinya sebenarnya kita sering menjumpai dalam kehidupan sehari-hari kita. Tapi kadang kita terlalu gegabah dalam menyikapinya sehingga tanpa pikir panjang kita sudah mengambil keputusan yg nantinya akan kita sesali padahal ini menyangkut orang, teman, rekan bahkan sodara kita sendiri. Mungkin dapat dijadikan masukan bagi kita semua.

belajar dari socrates

Back again.....

Wah...dah lama juga aku gak posting di blog. Hmm...kaya-nya masih blom ada bakat jadi penulis nih. Gpp deh, yg penting nyoba dulu. Hari ini aku coba posting masalah BTN - BNI. Di suara merdeka hari ini ada bahasan karyawan BTN demo menolak rencana akuisisi BNI. Mending kalo akuisisi, malah ada wacana muncul akan dimerger. Nah, kalo di merger ini ujung-ujungnya ntar mesti ada yg kena PHK nih. Itu yg lebih ditakutkan. Aku langsung inget sama diriku sendiri. Baru masuk di BNI 2 bulan, trainee pula statusnya. Apa ntar ikut jadi korban juga ya...hmm...

Friday, June 10, 2005

Akhirnya ....

Alhamdulillah....puji syukur padaMu ya Allah. Akhirnya jawaban masa penantian itu telah tiba, setelah harap-harap cemas hampir 2 minggu ini. Insya Allah mulai bulan depan aku sudah memulai pekerjaan baru di tempat yg baru juga. Masih banyak yg harus dilengkapi sih. Untuk itu aku mohon doa restu semuanya agar bisa menjalani dengan baik....amien...





Saturday, June 04, 2005

Kabar mengejutkan ...

Sore ini aku mendapat kabar mengejutkan. Seorang... boleh dibilang teman, yg ada di pulau dewata sana, telah meninggal dunia tgl 19 mei kemarin. Dia meninggal di rumah sakit pada saat perawatan karena terkena demam berdarah. Selama seminggu di rumah sakit, memang dia pernah mengalami penurunan trombosit tapi setelah itu dia mengalami peningkatan. Tapi entah kenapa tiba-tiba pada hari terakhir dia didunia, dia merasa sangat sesak didada dan akhirnya meninggalkan istri dan anaknya yg baru 5 bulan.
Dia masih muda, paling 2 tingkat diatasku. Masih terbayang terakhir aku kesana sekitar sebulan sebelumnya, masih bertemu, ngobrol dan guyon sebentar......
Ini jadi mengigatkan kita kembali kalo ternyata di dunia ini kita hanya sebentar dan kita harus memperbanyak bekal amalan untuk di akhirat yg kekal nanti. Seperti pesan temen dekatku di SMA dulu " elingo cah awake dewe nang donya iki cuman mampir ngombe .."
Subhanallah...

Qolbu : Renungan....

sebenarnya artikel ini aku dapet dari postingan temen beberapa hari yg lalu. Mungkin kalo kita lihat dan baca sekilas biasa aja. Tapi....bagiku..., pas pertama baca rasanya hal tsb bener-bener ditujukan kepadaku. Saat itu rasanya diri ini seperti ga ada apa-apanya...ga berdaya ..
Moga dikuatkan, ditunjukkan jalan dalam ridhoMu Ya Allah.......amien.

Bilakah Surga itu benar-benar kita harapkan...

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail
(tahajjud) juga hanya dua
rakaat,
itu pun sambil terkantuk-kantuk.
Sholat lima waktu?
Sudah jarang di masjid, milih ayatnya yang
pendek-pendek pula...
Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah,
Dilipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu.
Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun
sesudah shalat wajib.
Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk
catatan:.....
"Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun
kesiangan".
Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku
ahli ibadah?

Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa
mengisi
malam-malamnya....
dengan derai tangis memohon ampunan kepada
Allah.
Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena
terlalu lama berdiri
dalam khusyuknya.
Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah
seraya berharap .....
Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan
keluh mereka.
Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat
meninggalkan semua
aktivitas ....
menuju sumber panggilan, ....
kemudian waktu demi waktu mereka habiskan
untuk bersimpuh....
di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.


Baca Qur'an sesempatnya, tanpa memahami arti
dan maknanya,
apalagi meresapi hikmah yang terkandung di
dalamnya.
Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit
pun membuat dada ini
bergetar,
padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah .....
ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah
hatinya.
Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca
sehari, itu pun tidak
rutin.
Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas.
Yang begini ngaku beriman?

Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang
menahan nafas mereka ....
untuk meredam getar yang menderu saat
membaca ayat-ayat Allah.
Sesekali mereka terhenti, ......tak melanjutkan
bacaannya
ketika mencoba menggali makna terdalam ....
dari sebaris kalimat Allah yang baru saja
dibacanya.
Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka
dengan tetes air mata.
Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan
Allah .....
bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang
melafazkan ayat-ayat
Allah ...
dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.


Bersedekah jarang, begitu juga infak.
Kalau pun ada, itu pun dipilih mata uang terkecil
yang ada di dompet.
Syukur-syukur kalau ada receh.
Berbuat baik terhadap sesama juga jarang,
paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti
sosial, yah hitung-hitung
ikut meramaikan. Sudahlah jarang beramal, amal
yang paling mudah pun
masih pelit, senyum.
Apa sih susahnya senyum?
Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap
Kebaikan dan Kasih Allah?

Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui,
senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih
dan perhatiannya,
juga pembelaannya bukan semata miliki Khadijah,
Aisyah, dan istri-istri
beliau yang lain.
Juga bukan teruntuk Fatimah dan anak-anak
Rasulullah lainnya.
Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap
semua yang dijumpainya, ....
bahkan kepada musuhnya sekali pun.
Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba
beramal shaleh,
berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-
baiknya.

Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan
sebelah kanan, .....
ya tetangga sebelah kiri.
Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan
remeh temeh,
tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari,
kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan.
Waktu demi waktu dihabiskan untuk
menggunjingkan aib dan kejelekan
saudara sendiri.
Detik demi detik dada ini terus jengkel...
setiap kali melihat keberhasilan orang dan
berharap orang lain celaka
...
atau mendapatkan bencana.
Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam
dalam dada ini?
Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu
dengan Allah dan Rasulullah
kelak?
Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan
hanya .....
kepada orang-orang beriman yang masuk ke
dalam surga Allah kelak.
Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah
para pemilik wajah indah
pula.



Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang
dicintai Allah itu?
Lalu kenapa masih terus bermuka masam
terhadap saudara sendiri?

Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak
hormat.
Terhadap orang tua kurang ajar, sering
membantah, sering membuat kesal
hati mereka,
apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak
pernah.
Padahal mereka tak butuh apa pun ...
selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak
yang telah mereka besarkan
...
dengan segenap cinta.
Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah.
Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap
surga Allah?

Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih.
Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita
merengkuh surga.
Bukankah Rasulullah yang tak beribu
memerintahkan untuk berbakti kepada
ibu,
bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu
sebelum kemudian nama Ayah?
Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur
saat ......
masih bisa mendapati tangan lembut untuk
dikecup,
kaki mulia tempat bersimpuh,
dan wajah teduh yang teramat hangat dan
menyejukkan?
Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi
mendapatkan kesempatan
itu.
Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-
orang terkasih itu...
hingga kita baru merasa benar-benar
membutuhkan kehadiran mereka?
Jangan tunggu penyesalan. .....


Bagaimanakah sikap kita ketika bersimpuh di
pangkuan orang tua .....
ketika iedul Fitri yang baru berlalu ....???
Apakah hari itu....hanya hari biasa yang dibiarkan
berlalu tanpa
makna.........???
Apakah siang harinya....kita sudah
mengantuk....dan akhirnya tertidur
lelap...?
Apakah kita merasa sulit tuk meneteskan air
mata...???
atau bahkan kita menganggap cengeng......???
sampai sekeras itukah hati kita....???
Ya...Allah ....ya Rabb-ku......jangan Kau paling
hati kami menjadi hati
yg keras......,
sehingga meneteskan air matapun susah.......
merasa bersih......merasa suci....
merasa tak bersalah......merasa tak butuh orang
lain......
merasa modernis.....dan visionis.........
Padahal dibalik cermin masa depan yang kami
banggakan.....
terlukis bayang hampa tanpa makna.....dan
kebahagiaan semu penuh
ragu.....

Astaghfirullaah ......Yaa Allah...ampunilah segenap
khilaf kami. Amin




Thursday, June 02, 2005

tes

just curious with blog.......what is blog?.........